ANALISIS
RANCANGAN KERJA PROYEK
Model Lengkap Dan Cocok
Langkah
Menyusun Rancangan Proyek
1. Rencanakan sebuah pekerjaan dengan pertimbangan yang
logis. Penyusunan sebuah skema yang efektif untuk sebuah proyek mungkin
terlihat sebagai sebuah pekerjaan yang berat. Pada prakteknya, penyusunan skema
proyek ini sebenarnya adalah sebuah prosedur yang sangat penting.
2. Siapkan sebuah daftar untuk pemeriksaan hasil kerja.
Meskipun masing-masing direktur mungkin mempunyai pendekatan dan cara
pemantauan proyek yang berbeda-beda, beberapa jenis industri, perusahaan, dan
bisnis biasanya menggunakan daftar pemeriksaan sebagai landasan awal untuk
menyusun rencana kerja bagi proyek mereka.
3. Susunlah rencana secara rinci. Penyusunan rencana
proyek yang baik dapat dilakukan dengan menentukan apa saja langkah-langkah
yang harus dilakukan dan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi
4. Lakukanlah analisis risiko. Rancangan sebuah proyek
yang efisien membutuhkan sebuah analisis atas risiko yang mungkin timbul.
Setiap faktor risiko harus diperhitungkan/dianalisis
5. Lakukanlah penyesuaian selama proyek berjalan. Setelah
rencana proyek disusun, lakukan peninjuauan dan penyesuaian yang dibutuhkan
sampai rencana ini dipastikan bisa terlaksana dan mencapai hasil yang
diinginkan.
6. Siapkan sebuah jadwal kerja dalam format yang jelas
yang mampu memberikan target waktu dari seluruh pekerjaan.
7. Buatlah kesepakatan terlebih dahulu
8. Lakukan pemeriksaan ulang atas finalisasi rencana
proyek. (audey, 2015)
Persyaratan
persyaratan di dalam penerapan
analisis jaringan kerja dan memiliki tahapan dalam penerapan analisis jaringan
kerja. Selain itu analisis jaringan kerja juga menggunakan komputer. (meimei, 2014)
Persyaratan yang harus dipenuhi penerapan analisis jaringan kerja antara lain:
1. Model harus lengkap.
Analisis jaringan kerja merupakan model yang kompleks yaitu mencakup informasi kegiatan, informasi sumber daya yang dibangun dalam diagram jaringan kerja (network diagram).
2. Model harus cocok.
Tentunya diagram jaringan kerja proyek pelatihan guru berlaku untuk proyek itu sendiri, tidak untuk proyek pembangunan jembatan.
3. Asumsi yang dipakai tepat.
Analisis jaringan kerja harus menggunakan asumsi, karena ketepatan asumsi sangat mempengaruhi keberhasilan analisis jaringan kerja.
4. Sikap pelaksanaan.
Sikap pelaksanaan proyek diharapkan dan tentunya dianggap menjadi pendukung penyelenggaraan proyek
Tahap Analisis
Tahap analisis adalah tahap yang
penting karena pada tahap ini adalah di susun nya mulai dari perencanaan sampai
praktek dalam analisis tersebut (SattriaHendri, 2015)
Di dalam analisis jaringan kerja
juga memiliki tahapan di dalam penerapan analisis jaringan kerja yaitu :
1. Pembuatan
Dimana tujuan akhir dari tahap pembuatan ini adalah terciptanya suatu model yang dapat dipakai sebagai patokan selama penyelenggaraan proyek. Di dalam pembuatan ini juga masih memiliki tahapan-tahapan lagi yaitu : inventarisasi kegiatan, hubungan antar kegiatan, menyusun diagram jaringan kerja, data kegiatan, analisa waktu dan sumber daya, batasan dan leveling.
2. Pemakaian
Bila pembuatan telah selesai maka model yang telah jadi tersebut dipakai pada proses pelaksanaan tiap kegiatan sesuai dengan kegiatan yang ada dalam diagram jaringan kerja. Terdapat beberapa alternatif cara pelaporan berdasarkan kuantitas dalam bentuk satuan pekerjaan/kegiatan atau dalam bentuk relatif atau persentase; dan berdasarkan jangka waktunya serta kumulatif atau periodik.
3. Perbaikan
Perbaikan dilakukan karena tidak tepatnya asumsi yang dipakai pada saat pembuatan. Tahap perbaikan dibatasi pada kegiatan yang tidak sesuai dengan usaha pencapaian keberhasilan proyek. Dan selanjutnya pada tahap dilakukan revisi. (MRizal, 2012)
Download Di SINI
1. Pembuatan
Dimana tujuan akhir dari tahap pembuatan ini adalah terciptanya suatu model yang dapat dipakai sebagai patokan selama penyelenggaraan proyek. Di dalam pembuatan ini juga masih memiliki tahapan-tahapan lagi yaitu : inventarisasi kegiatan, hubungan antar kegiatan, menyusun diagram jaringan kerja, data kegiatan, analisa waktu dan sumber daya, batasan dan leveling.
2. Pemakaian
Bila pembuatan telah selesai maka model yang telah jadi tersebut dipakai pada proses pelaksanaan tiap kegiatan sesuai dengan kegiatan yang ada dalam diagram jaringan kerja. Terdapat beberapa alternatif cara pelaporan berdasarkan kuantitas dalam bentuk satuan pekerjaan/kegiatan atau dalam bentuk relatif atau persentase; dan berdasarkan jangka waktunya serta kumulatif atau periodik.
3. Perbaikan
Perbaikan dilakukan karena tidak tepatnya asumsi yang dipakai pada saat pembuatan. Tahap perbaikan dibatasi pada kegiatan yang tidak sesuai dengan usaha pencapaian keberhasilan proyek. Dan selanjutnya pada tahap dilakukan revisi.
Daftar Pustaka
audey. (2015,
mei). kerja proyek. Retrieved from penyusunan:
http://audeyfans.blogspot.co.id/2015/05/analisis-rancangan-kerja-proyek.html
Hendra. (2010,
JUNI). TEKNOLOGI PENDIDIKAN. Retrieved from ANALISIS KERJA:
http://hendrath-jmr.blogspot.co.id/2010/06/analisis-jaringan-kerja.html
meimei. (2014,
mei). Berbagi ilmu. Retrieved from analisis jaringan:
http://mayme.blogspot.co.id/2014/05/analisis-sumber-informasi.html
MRizal. (2012, februari).
Analisis. Retrieved from analisis:
http://hendrath-jmr.blogspot.co.id/2012/02/analisis-kerja.html
SattriaHendri.
(2015, maret). ilmu TKJ. Retrieved from alasis rancangan:
http://striahendri-ahmad.blogspot.co.id/2015/03/analisis-rancangan-tkj.html

No comments:
Post a Comment