Pembentukan Tim Kerja
A. Pembagian Peran kepemimpinan
Agar suatu tim menjadi efektif, seorang pemimpin organisasi
memberikan suatu konsep tentang komposisi tim yang efektif.Suatu tim
diharapkan terdiri dari orang-orang yang ditempatkan pada posisi yang
benar-bebar sesuai dengan kompetensinya. Suatu pemimpin harus mempunyai:
- Seorang pemimpin (ketua), yaitu seorang pemikir yang disiplin yang
bertugas mengorganisir dan mengkoordinir tim, memelihara keseimbangan
usaha dan menjadi titik tumpu tim dalam menjaga posisi mereka.
- Seorang pembentuk, orang yang memiliki kemampuan untuk memberikan
dinamika dan pengarahan kepada tim, menyediakan motivasi, kreatif.
- Seorang pemikir, yang dapat menyediakan gagasan bagi kemajuan tim.
- Seorang pengevaluasi, yang dapat mengevaluasi permasalahan yang ada
dan hasil kerja tim.
- Seorang penyelidik sumberdaya, yang menyediakan informasi dan jejaring sosial dan relasi
- Seorang pekerja tim, yang secara efisien berhubungan langsung dengan pekerjaan, memecahkan konflik, memperlancar hubungan dan memotivasi rekan satu tim.
Seorang penyelaras akhir, yang memandu dan memberi peringatan kepada
tim jika terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan komitmen bersama. Sumber
(Aryanto, 2013)
B. Keterbukaan dan saling percaya
B. Keterbukaan dan saling percaya
Kerja sama dalam tim
kerja menjadi sebuah kebutuhan dalam mewujudkan keberhasilan kinerja dan
prestasi kerja. Kerja sama dalam tim kerja akan menjadi suatu daya dorong yang
memiliki energi dan sinergisitas bagi individu-individu yang tergabung dalam
kerja tim. Komunikasi akan berjalan baik dengan dilandasi kesadaran tanggung
jawab tiap anggota. Sumber (Tamba, 2015)
Agar setiap anggota tim dapat bekerja sama, mereka tentu saja harus dapat saling mengenal, saling berhubungan dan saling berkomunikasi. Untuk itu dibutuhkan waktu bagi anggota tim yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, politik dan status sosial budaya yang berbeda-beda untuk saling mengenal dan bekerja sama. Sumber(Lugito, 2013)
Agar setiap anggota tim dapat bekerja sama, mereka tentu saja harus dapat saling mengenal, saling berhubungan dan saling berkomunikasi. Untuk itu dibutuhkan waktu bagi anggota tim yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, politik dan status sosial budaya yang berbeda-beda untuk saling mengenal dan bekerja sama. Sumber
C. Komunikasi
Seberapapun hebatnya
kemampuan individu merka tidak akan ada gunanya apabila tidak dapan
berkomunikasi dengan tim .Karena sesungguhnya manusia adalah makluk sosial dan
tidak akan pernah bisa hidup sendiri. Sumber (Hariri, 2014) Bekerja
dalam tim yang penuh dengan keterbukaan dan komunikasi yang baik merupakan
sebuah kelebihan dan menjadi suatu kepuasan tersendiri apabila pemikiran kita
mampu untuk dicerna dengan baik dalam forum dan bersinergi antara satu dengan
yang lainnya.Namun untuk membangun sebuah tim yang solid
dengan didukung komunikasi yang efektif perlu komitmen dan kesadaran antar
masing-masing personil dalam tim Sumber (Training, 2012)
Daftar
Pustaka
Aryanto, R. (2013, juni kamis). PPM Manajemen.
Retrieved from Membentuk Tim yang Efektif:
https://manajemenppm.wordpress.com/2013/06/12/membentuk-tim-yang-efektif/
Hariri, R. R. (2014). Tim Work. www.academia.edu.
Lugito, A. (2013, oktober). Buat Mereka Jadi Bilang
"GOOD JOB". Retrieved from Bekerja dalam Satu Tim:
http://kutubukubisnis.blogspot.co.id/2013/10/bekerja-dalam-satu-tim.html
Tamba, F. C. (2015, juni). Bekerjasama Dalam Team
(Kelompok) Atau Team Work. Retrieved from Karakteristik Kelompok:
http://fanidyacinthyatamba.blogspot.co.id/2015/06/bekerjasama-dalam-team-kelompok-atau_24.html
Training, D. (2012, januari). Dunia Training.
Retrieved from Membangun komunikasi tim:
http://duniatraining.com/94/membangun-komunikasi-tim-yang-efektif/
- Nama : Ahmadhan Naufal
- Sekolah: SMK ISLAM 1 BLITAR
- Alamat : Ds.Pakisrejo Srengat Blitar



No comments:
Post a Comment